Monday, June 6, 2011

Review + Link Download Linux Mint 11 Katya

Assalamualaikum Sobat Mahfudin's Blog. Senang Sekali Saya Bisa memposting sebuah artikel tentang Review + Link Download Linux Mint 11 Katya yang merupakan terusan dari Linux Mint 10 yang pasti bakalan lebih ciamik dari versi sebelum nya. dari pada penasaran truz. mending langsung lihat yuk review nya.

Linux Mint adalah salah satu dis­tro populer turunan Ubuntu. Selalu mem­beri kesan istimewa dengan warna hijau mint–nya. Linux Mint 11 meng­usung ups­treams dari Ubuntu 11.04 Natty Nar­whal, Linux 2.6.38, Gnome 2.32, Xorg 7.6. Seba­gai dis­tro Linux yang out of the box, Linux Mint digemari oleh mereka yang ber­alih dari Win­dows ke Linux, namun tetap ingin mem­per­tahankan kenyamanan meng­gunakan Win­dows, seperti pada dukungan antar­muka peng­guna, dan men­jalankan pel­ba­gai ber­kas mul­timedia dengan mudah.
Linux Mint 11 mem­bawa sedikit banyak­nya beberapa per­ubahan yang mem­berikan kesegaran ten­tunya. Jika Anda peng­gemar Linux dari jenis out of the box alias Linux yang siap pakai tanpa perlu banyak diutak-atik lagi, maka mung­kin Linux Mint 11 layak jadi lirikan mata.

Linux Mint 11
Tam­pilan Desk­top “Katya” — Linux Mint 11
Linux Mint 11 hadir dalam versi liveDVD, tentu saja versi liveCD-nya ter­sedia, namun memiliki lebih sedikit aplikasi, tidak ada mul­timedia codecs, dan tidak ada res­tricted sof­tware. Namun ketika pemasangan dengan liveCD, akan ada pilihan pada welcome screen untuk memasang mul­timedia codecs dan upgrade ke versi DVD (dengan tam­bahan seperti: Full mul­timedia sup­port, VLC, Gimp, Giver, Tom­boy, LibreOffice-Base, Java, Samba, additio­nal fonts, bac­kgrounds, themes, icons).
Pun demikian, untuk kemudahan dan kenyamanan, saya sen­diri menyarankan peng­gunaan versi liveDVD untuk mem­buat Linux Mint 11 hadir seba­gai sis­tem operasi yang out of the box.
Per­ubahan pada Sof­tware Manager adalah beberapa polesan pada grafis antar­muka sedemikian hingga dapat memudahkan peng­gunan­nya. Saya rasa, sof­tware manager sudah men­jadi seperti stan­dar baru ter­sen­diri guna lebih memudahkan peng­guna dalam mem­per­kaya Linux-nya.
Software Manager
Tam­pilan Infor­masi Program yang Lebih Leng­kap pada Sofware Manager
Karena merupakan turunan Ubuntu, ten­tunya kita akan melihat banyak kemiripan dengan Ubuntu Sof­tware Manager, meski ada sedikit sen­tuhan enhance mung­kin di beberapa sisi.
Per­baikan juga ada pada sis­tem update manager, dikatakan lebih cepat daripada versi sebelum­nya, meng­urangi kemung­kinan mun­cul­nya per­ingatan broken pac­kage, mung­kin karena adanya per­ubahan besar pada cara update manager menangani depen­den­cies, dengan hanya mem­per­lihatkan adanya update tanpa penyer­taan depen­den­cies–nya.
Update Manager
Tam­pilan Update Manager pada Linux Mint 11
Pening­katan di sisi tam­pilan juga mun­cul pada Linux Mint 11. Gam­bar latar aslinya (seperti tam­pak pada gam­bar paling atas) ber­nuansa 3D, dan beberapa gam­bar latar ber­kualitas tinggi juga dihadirkan, ter­masuk yang ber­upa karya fotografi nan apik. Jangan lupa, scroll­bar juga ber­ubah meng­ikuti ups­treams, yah, akan tam­pak mirip seperti pada Ubuntu 11.04, hanya saja ter­kesan sedikit retro seba­gaimana kon­sep yang diusung oleh Mint.
Tema Mint-X kini mem­berikan integrasi yang lebih baik dengan Deluge, Synap­tic, Gimp dan Ban­shee. Saya sen­diri tidak per­nah men­cicipi deks­top theme ini, tapi seper­tinya sangat menarik.
Mint-X
Aplikasi Tema Desk­top Mint-X
Pada sis­tem sen­diri ada beberapa tam­bahan, seperti per­in­tah baru: apt download. Ini adalah per­in­tah baru yang dapat digunakan untuk meng­un­duh sebuah paket .deb leng­kap dengan semua depen­den­cies–nya. Adobe Flash kini didukung pada sis­tem 32-bit (seri stabil dan beta yang dipasang secara ter­pisah, dan bisa dipilih peng­gunaan­nya melalui per­in­tah “sudo update-alternatives --config libflashplayer.so”), dan sis­tem 64-bit (meng­gunakan plugin Adobe Flash “Square”).
Untuk default sof­tware juga ter­dapat beberapa per­ubahan, seperti:
  • Gwibber tidak lagi dipasang secara default.
  • qThumb meng­gan­tikan F-Spot seba­gai aplikasi foto.
  • Ban­shee meng­gan­tikan Rhythm­box seba­gai aplikasi pemutar musik.
  • Tidak lagi dipasang: padevchooser, paman, pap­refs, pavumeter dan pavucon­trol.
  • LibreOffice meng­gan­tikan OpenOffice.org seba­gai kelom­pok aplikasi perkantoran.
Dan kini kem­bali pada peng­guna ten­tunya, Linux Mint 11 tidak harus tam­pil secara default. Namun sis­tem out of the box–nya tentu saja akan men­jadi ciri khas yang ham­pir tidak akan diganti oleh peng­gunanya, karena itulah salah satu alasan memilih Linux Mint. Tulisan saya ini diadap­tasi sepenuh­nya dari Pengumuman Rilis Katya, di mana Katya adalah nama sandi untuk Linux Mint 11, yang mung­kin ber­asal dari nama Rusia dengan asal bahasa Yunani yang ber­makna “murni”.
Dan untuk Link Download Silahkan anda Download di Situs resmi Linux Mint 11. disana anda memilih dulu versi apakah yang mau anda download. apakah versi cd ataukah versi dvd . dianjurkan versi DVD karena lebih lengkap . Setelah Itu Pilihlah server nya. ( server indonesia ada di bagian paling bawah gan )
Link : http://www.linuxmint.com/download.php

1 comments:

saya newbie gan, baru install mint 12 hanya kesulitan untuk install driver LPT yang terhubung ke printer jadul, petunjuknya sbb:
1-install and uninstall PCI60806A PCI boards


(1)-install

<1>-copy pci60806a.o to /usr/sbin
<2>-Add /usr/sbin/pci60806a at the end of the /etc/rc.d/rc.local.
<3>-reboot

mohon petunjuknya gan terima kasih.

Post a Comment

Jangan Malu-Malu ya.... untuk bercomment and Request apa aja, insya Allah juga pasti diberi kok......

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More